Phoenix

Pertama saya minta maaf karena sudah sekian lama tidak membuat postingan baru di hopesandfears ini. Tulisan terakhir saya naik cetak sekitar delapan bulan yang lalu, dan itupun masih terkait soal skripsi. Delapan bulan tak bersua, dan begitu banyak hal yang terjadi selama masa itu. Hal-hal yang sangat-sangat fear dan sangat-sangat hope.

Tapi akan saya awali dulu tulisan ini dengan kalimat:

Assalamualaikum.

Kenapa saya menghilang selama delapan bulan, rasanya itu tak perlu saya ceritakan di sini. Terlalu sakit, terlalu shock, terlalu –bodoh. Biar saya saja –dan beberapa orang teman yang telanjur tahu—yang tahu.

Lalu soal judul tulisan ini. Phoenix. Kenapa phoenix?

Setahu saya, phoenix adalah seekor burung mitologi yang ada di beberapa kebudayaan kuno di dunia. Yang namanya mitologi, tentu saja diragukan apakah dia pernah benar-benar ada atau tidak. Sama halnya seperti toothfairy, santa, ogre, leprechaun, atau werewolf.

Tapi phoenix ini memiliki satu keunikan yang tidak dimiliki oleh makhluk mitologi lainnya. Phoenix tak bisa mati. Ketika menjelang ajalnya, phoenix akan terbakar dan berubah menjadi abu. Dari abunya itulah dia bangkit, muda lagi, hidup lagi, sampai ketika kematian datang dia akan kembali menjadi abu lagi. Begitu seterusnya.

Mati. Menjadi abu. Bangkit kembali. Hidup lagi.

Saya menyinggung tentang phoenix dalam tulisan ini karena mungkin phoenix-lah analogi yang tepat untuk merangkum semua hal yang terjadi pada saya selama delapan bulan terakhir. Beberapa masalah yang berawal dari kebodohan, kemudian berubah menjadi bencana yang masif, sampai saya merasa ‘habis’. Bagai abu. Dan apalagi yang bisa diharapkan dari seonggok abu?

Saya memang bukan phoenix. Tapi ketika saya mulai menyadari bahwa tak ada lagi yang bisa disesali, tak ada lagi yang perlu diratapi, dan tak ada luka yang tak sembuh selamanya, saya teringat dengan phoenix. Mungkin justru dari abu-lah kita bisa lahir kembali. Mungkin ketika semua impian musnah, ketika semua harapan hancur, setelah segalanya lenyap tak tersisa-lah kita bisa bangkit untuk menjalani kehidupan yang baru.

Mati. Menjadi abu. Bangkit kembali. Hidup lagi.

Phoenix.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s