sore sebelum Hari Pahlawan: sebuah refleksi ulangtahun Paspara

Sore sebelum Hari Pahlawan, saya nonton Jon Pantau di TransTV. Episode kali ini Jon Pantau sedang mencari orangorang yang masih hafal lagu Mengheningkan Cipta, dan tahu pahlawan-pahlawan nasional yang diabadikan pada uang kertas kita.

Saya ngakak-ngakak melihat orang-orang yang ratarata pada nggak bisa menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta –walaupun hanya lirik awalnya–, juga tidak tahu siapa pahlawan yang ada di duit 50 ribu. Ada si Endrik (? yang pemain Extravaganza itu) yang sampe purapura ngomong “eh, sekarang jam berapa ya?” sambil ngambil dompet buat ngeliat duit 20 ribu, ada Sarah Sechan yang berkelit “eh, nyanyi lagu tu cuma kalo ada nikahan sama ulangtahun, bukannya pas mengenang jasa pahlawan!”, sampai Gus Dur (yang MANTAN PRESIDEN KITA –siapa tau situ dah lupa) ngomong “wah, saya lupa gimana lagunya”.

Satusatunya yang hafal cuma si Sammy, vokalisnya Kerispatih. Itu aja dia nyanyi pake cengkok-cengkok mellow gitu.

Saya ngakak-ngakak sampe sakit perut melihat orangorang yang berusaha menghindari Jon Pantau, atau berusaha keras mengingat lirik awal lagu Mengheningkan Cipta tapi malah nyasar ke lagu Satu Nusa Satu Bangsa.

Dan tibatiba saya tersadar akan suatu hal.

LAGU MENGHENINGKAN CIPTA TU YANG GIMANA SIH??

Waduh. Saya baru sadar kalo ternyata saya juga dah lupa sama lagunya. “…Dari yakinku teguh…hati ikhlasku penuh…” lho itu kan Indonesia Pusaka yak. “…Betapa hatiku takkan pilu…telah gugur pahlawanku…” kalo ini sih lagu Gugur Bunga. “…Kami Pramuka Indonesia…manusia Pancasila…” itu mah hymne Pramuka! Lagu Mengheningkan Cipta tu gimana sih??

Akhirnya saya menonton Jon Pantau sampai selesai, dan akhirnya saya menemukan jawabannya.

“…Dengan seluruh angkasa raya memuja pahlawan negara…” ***

Di akhir acara itu, saya merasa berdosa terhadap para pahlawan kita. Jangankan meneruskan perjuangan mereka dalam mengisi kemerdekaan Indonesia, lagu Mengheningkan Cipta saja saya dah lupa. Betul-betul suatu hal yang memalukan sebagai seorang yang dulu pernah jadi anggota Paspara, TL Upacara lagi.

Temanteman, maafkan saya…Selamat Hari Pahlawan…Selamat Ulangtahun Paspara…

*** untuk menghindari kesalahan penulisan lirik, karena saya masih agakagak amnesia, maka cuma saya tuliskan lirik awalnya aja (seperti tantangannya Jon Pantau).

Iklan

Satu respons untuk “sore sebelum Hari Pahlawan: sebuah refleksi ulangtahun Paspara

  1. sejenak sebelum qiyyamul lail 😀

    hahaha! aku juga kebetulan nonton john pantau waktu itu. anak2 sekosan pada heboh tuh.. wew… aku masih inget kok lagunya, hohohohohohohohooo!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s