Archive for the 'dhanu? nulis kayak ginian? ga banget deh nu' Category
empat sisi dan selembar kertas
Mungkin seperti inilah yang dirasakan oleh Dostoevsky. Atau Ho Chi Minh, Soekarno, Sjahrir, Pramoedya, bahkan Mochtar Lubis. Mereka terkurung oleh empat sisi tembok penjara dan hanya ditemani selembar kertas.
Dingin. Kotor. Sepi. Gelap. Suram.
Sudah jutaan orang yang pernah merasakan berada dalam gelapnya penjara. Bermusuhan dengan teralis besi, berkawan dengan kertas. Namun hanya sebagian [...]
Filed under: dhanu? nulis kayak ginian? ga banget deh nu, fears, self-consciousness | 6 Comments
a different love
Aku melihatnya tanpa sengaja. Waktu itu aku sedang berada di RS Bersalin Budi Rahayu Magelang, menunggui Mbah Putri yang beberapa hari sebelumnya menjalani operasi rahim. Beberapa pengunjung sedang menengok Mbah Putri, jadi aku memutuskan untuk keluar mencari udara segar.
Di lorong rumah sakit, ketika berdiri tanpa melakukan apaapa. Dua orang perawat yang masih muda, [...]
Filed under: dhanu? nulis kayak ginian? ga banget deh nu, hopes, kisah seharihari, self-consciousness, social-consciousness | 2 Comments